BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
Jl.Angkasa I No.2 Kemayoran, Jakarta 10720, Telp: (021) 4246321, fax: (021) 4246703
PO. BOX 3540 JKT, Website : http://www.bmkg.go.id, Email : info@bmkg.go.id

ANALISIS CUACA PADA KEJADIAN ANGIN KENCANG, HUJAN LEBAT
DI JAWA BARAT , KABUPATEN BOGOR , CIAWI , BANJAR SARI
TANGGAL 10 APR 2026


I. INFORMASI KEJADIAN
LOKASI
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Ciawi , Banjar Sari
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Ciawi , Banjar Wangi
TANGGAL 10 Apr 2026 16:00 WIB (Sore)
DAMPAK Pohon Tumbang, Bangunan Rusak, Gangguan Transportasi
Angin Kencang Terjang Ciawi Bogor, 17 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Mobil
BERITA KEJADIAN

https://bandung.kompas.com/read/2026/04/11/004421478/angin-kencang-terjang-ciawi-bogor-17-rumah-rusak-dan-pohon-tumbang-timpa
II. DATA PENGAMATAN SYNOPTIK
POS HUJAN CURAH HUJAN / KECEPATAN ANGIN
III. ANALISIS METEOROLOGI
A. SKALA GLOBAL
INDIKATOR
KETERANGAN
El Niño Southern Oscillation (ENSO)
-0.01 (normal ±0.5), artinya tidak berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian timur.
Dipole Mode Indeks (DMI)
+0.15 (normal ±0.4), artinya suplai uap air dari wil. S. Hindia ke wil. Indonesia bag. barat tidak signifikan (aktivitas pembentukan awan di wil. Indonesia bag. barat tidak signifikan).
B. SKALA REGIONAL
FENOMENA GELOMBANG ATMOSFER
Gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby aktif di wilayah Jawa
Barat
POLA ANGIN
Terpantau daerah belokan angin dan konvergensi di sekitar wilayah
Jawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan
konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat.
POLA TEKANAN UDARA

KELEMBABAN UDARA
Kelembapan udara di wilayah Jawa Barat juga cukup tinggi, yakni pada
lapisan 850–500 mb berada pada kisaran 60–98%. 
SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL)
Suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia masih relatif
hangat, mengindikasikan potensi suplai uap air ke wilayah Jawa Barat
DAERAH KONVERGENSI, KONFLUEN, BELOKAN ANGIN

C. SKALA LOKAL
LABILITAS UDARA
Labilitas atmosfer secara umum berada pada kategori ringan hingga
kuat, yang mengindikasikan meningkatnya potensi terbentuknya
awan konvektif skala lokal.
D. CITRA SATELIT CUACA
ANALISIS CITRA SATELIT CUACA
Kab Majalengka
Berdasarkan interpretasi citra radar dan satelit diketahui pada pukul
09.00 UTC terpantau sel awan konventif yang sangat masif tepat di
atas Majalengka. Radar menunjukkan reflektivitas ekstrem mencapai
50-60 dBZ, sementara citra satelit menunjukkan SPA mencapai -75
hingga -80
C. Kombinasi tersebut merupakan indikator adanya updraft 
yang sangat kuat sehingga mampu membawa tetesan air melampaui
garis pembekuan menjadi kristal es besar yang jatuh ke permukaan
sebagai hujan es sebelum sempat mencair sepenuhnya.

Kab Bogor
Radar pukul 07.00 UTC menunjukkan sel hujan lebat (45-50 dBZ) di
Bogor Selatan. Satelit pun mengonfirmasi pertumbuhan awan Cb yang
cepat dengan SPA mencapai -69
C. Fenomena downburst dari puncak 
awan ini memicu angin kencang yangmerobohkan pohon di Banjarsari
dan Banjarwangi.

Kab Bandung
Sejak pukul 14.00 WIB, wilayah Bandung tertutup massa awan dengan
SPA yang persisten di kisaran -60
C. Reflektivitas radar yang stabil di 
angka 35-45 dBZ dalam durasi lama (hingga malam hari) menjelaskan
akumulasi curah hujan yang menyebabkan banjir genangan di
Baleendah dan sekitarnya.

Kab Purwakarta dan Kab Subang
Antara pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, massa awan bergerak dari arah
barat laut ke tenggara. Nilai SPA yang menurun hingga -75
C dan 
reflektivitas radar mencapai 45 dBZ konsisten dengan laporan angin
kencang di Sukatari dan Jalancagak, serta intensitas hujan pemicu
ambruknya TPT di Pondok Salam.

Kab Ciamis
Pada tengah hari (12.00 WIB), inisiasi sel hujan lokal mulai tampak di
Ciamis Utara (Panjalu/Kawali) dengan SPA mencapai -62
C. 
Pertumbuhan sel yang cepat memicu hujan yang disertai angin
kencang sehingga konsisten dengan kejadian pohon tumbang di
Linggapura. Sedangkan longsor yang terjadi, menurut data hujan tiga
hari terakhir merupakan akumulasi tanah yang sudah jenuh akibat
hujan berturut-turut.  
E. CITRA RADAR CUACA
ANALISIS CITRA RADAR CUACA
Produk radar cuaca CMAX menunjukkan awan konvektif terpantau dari pukul 09.13 – 09.45 UTC (16.13 – 16.45 WIB) dengan reflekivitas maksimum 55 dBZ pada pukul 09.21 UTC (16.21 WIB) menyebabkan hujan dengan intensitas lebat.
IV. KESIMPULAN
  • 1. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat saat ini sangat
    dipengaruhi oleh suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu
    tingginya suplai uap air, serta terpantau area belokan angin, dan konvergensi di sekitar wilayah
    Jawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian
    wilayah Jawa Barat, serta aktifnya gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby di sebagian wilayah
    Jawa Barat, serta didukung kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850–500 mb
    (berkisar 60–98%) dan tingkat labilitas atmosfer kategori ringan hingga kuat, yang secara kolektif
    menjadi pemicu utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang masif
    di sebagian besar wilayah Jawa Barat.
  • 2. Rangkaian bencana di Jawa Barat pada tanggal 10 April 2026 secara visual berkorelasi dengan
    munculnya sel-sel awan konvektif (Cumulonimbus) dengan tingkat kematangan SPA< -75
    C dan
    radar > 50dBZ berkorelasi langsung dengan hujan es yang terjadi di Kertajati; SPA -60
    C sampai
    dengan -70
    C berkorelasi dengan fenomena angin kencang dan pohon tumbang yang terjadi di
    Bogor, Subang, dan Purwakarta; kondisi persistensi awan pun dan hujan 2-3 hari berturut-turut
    menjadi penyebab utama penjenuhan tanah untuk kejadian longsor di Ciamis dan banjir genangan
    di Bandung.
V. PROSPEK KEDEPAN
1. Waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai
dengan kilat atau petir dan juga angin kencang pada sore hari, terutama pada hari dimana terjadi
pemanasan kuat antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, biasanya ditandai dengan jenis awan yang
berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan
pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus). 
2. Waspada terhadap potensi sambaran petir dengan berlindung di tempat tertutup, menghindari
pohon, tiang listrik, reklame, atau sesuatu yang tinggi lainnya yang bisa roboh saat terjadi angin
kencang, menghindari tempat tinggi dan terbuka, mematikan alat komunikasi sementara waktu,
dan menjaga jarak aman jika sedang berteduh di luar ruangan. 
3. Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung atau rawan longsor agar tetap waspada
khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi selama
beberapa hari berturut- turut. Pada daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, untuk
mewaspadai potensi genangan/banjir. 
4. Diprakirakan satu hingga tiga hari ke depan masih terdapat potensi hujan (pada skala lokal) pada
siang hingga malam hari di Kab Bandung, dan Kab Tasikmalaya.
VI. INFORMASI PERINGATAN DINI
PERINGATAN DINI
PRODUK (GAMBAR/SCREENSHOOT)
MINGGUAN

2 HARI KEDEPAN

NOWCASTING


VII. LAMPIRAN
1. Streamline
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


2. Suhu Muka Laut
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


3. Kelembaban Relatif
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


4. Citra Satelit Cuaca
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


5. Citra Radar
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


6. Peta Isohyet
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


7. Peta GSMAP
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


8. Profil Udara Atas
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


9. Data Sinoptik
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


10. Lintasan Siklon Tropis
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


11. Peta Kebakaran Hutan
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


12. Indeks Lokal
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


13. Lainnya
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!