BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
Jl.Angkasa I No.2 Kemayoran, Jakarta 10720, Telp: (021) 4246321, fax: (021) 4246703
PO. BOX 3540 JKT, Website : http://www.bmkg.go.id, Email : info@bmkg.go.id

ANALISIS CUACA PADA KEJADIAN HUJAN LEBAT
DI JAWA BARAT , KABUPATEN BOGOR , RUMPIN , LEUWIBATU
TANGGAL 04 APR 2026


I. INFORMASI KEJADIAN
LOKASI
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Rumpin , Leuwibatu
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Sukaraja , Cilebut Timur
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Dramaga
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Bojong Gede , Cimanggis
  • Jawa Barat , Kota Bogor , Bogor Barat , Semplak
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Gunung Sindur , Gunung Sindur
  • Jawa Barat , Kota Bogor
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Rumpin , Kampung Sawah
  • Jawa Barat , Kabupaten Bogor , Parung Panjang , Cibunar
  • Jawa Barat , Kabupaten Sukabumi , Purabaya , Neglasari
TANGGAL 04 Apr 2026 10:21 WIB (Pagi)
DAMPAK Banjir / Genangan, Tanah Longsor, Bangunan Rusak, Gangguan Transportasi
Berdasarkan informasi dari LAPBENCAL Kab. Bogor dilaporkan bahwa telah terjadi tanah longsor di Kp. Leuwibatu RT 05/01 Kel. Leuwibatu Kec. Rumpin Kab. Bogor pada dini hari pukul 01.00 WIB menyebabkan turap yang berada di bawah sekolah MI Assolihiyah longsor dan menutupi jalan raya Bedeng Jambu sehingga tidak bisa dilewati oleh warga. Selain itu tanah longsor juga terjadi di Kel. Cilebut Timur Kec. Sukaraja Kab. Bogor pada pukul 10.21 WIB yang berdampak pada robohnya tebingan persawahan kampung patahunan dan menimpa pagar rumah salah satu warga. Selain itu longsoran sepanjang 5 m dengan lebar 13 m serta tinggi 8 m tersebut pun menutupi saluran drainase warga.
BERITA KEJADIAN

BPBD Kab. Bogor
II. DATA PENGAMATAN SYNOPTIK
POS HUJAN CURAH HUJAN / KECEPATAN ANGIN
III. ANALISIS METEOROLOGI
A. SKALA GLOBAL
INDIKATOR
KETERANGAN
El Niño Southern Oscillation (ENSO)
-0.01 (normal ±0.5), artinya tidak berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian timur.
Dipole Mode Indeks (DMI)
+0.15 (normal ±0.4), artinya suplai uap air dari wil. S. Hindia ke wil. Indonesia bag. barat tidak signifikan (aktivitas pembentukan awan di wil. Indonesia bag. barat tidak signifikan).
B. SKALA REGIONAL
FENOMENA GELOMBANG ATMOSFER
Gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby aktif di wilayah JawaBarat
POLA ANGIN
Terpantau area belokan angin, dan konvergensi di sekitar wilayahJawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awankonvektif di sebagian wilayah Jawa Barat.
POLA TEKANAN UDARA

KELEMBABAN UDARA
Kelembapan udara di wilayah Jawa Barat juga cukup tinggi, yakni pada
lapisan 850–500 mb berada pada kisaran 50–90%. 
SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL)
Suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia masih relatif
hangat, mengindikasikan potensi suplai uap air ke wilayah Jawa Barat
DAERAH KONVERGENSI, KONFLUEN, BELOKAN ANGIN

C. SKALA LOKAL
LABILITAS UDARA
Labilitas atmosfer secara umum berada pada kategori sedang hingga
kuat,yang mengindikasikan meningkatnya potensi terbentuknya awan
konvektif skala lokal.
D. CITRA SATELIT CUACA
ANALISIS CITRA SATELIT CUACA
  • Citra Satelit Enhanced IR pukul 14.00 - 19.30 WIB pada tanggal 3 Juli 2024 di wilayah kejadian menunjukkan suhu puncak awan berkisar antara -75 ˚C hingga 21˚C.
  • Grafik timeseries suhu puncak awan dari kanal Inframerah pada tanggal 3 Juli 2024 pukul 14.00 - 20.00 WIB di lokasi kejadian berkisar antara -60 ˚C sampai 19 ˚C.
  • Berdasarkan citra satelit jenis awan (HCAI Cloud Type) pada pukul 14.00 - 19.30 WIB menunjukkan keberadaan Dense Cloud (awan tebal), Cumulonimbus dan High Cloud (awan tinggi). Awan Cumulonimbus terpantau pada pukul 16.00 – 18.00 WIB.
E. CITRA RADAR CUACA
ANALISIS CITRA RADAR CUACA
Kab dan Kota Bogor
Berdasarkan interpretasi citra radar Tangerang diketahui bibit awankonvektif mulai terpantau di sebagian wilayah Kab dan Kota Bogormulai pukul 10.21 WIB, secara bertahap namun pasti tumbuhberkembang menjadi awan konvektif yang signifikan hingga mencakupsebagian besar wilayah Kab dan Kota Bogor. Reflektifitas awanmencapai 35 – 60 dBZ. Kondisi ini mengindikasikan terjadinya hujan
sedang hingga lebat di wilayah Kab dan Kota Bogor pada rentang
waktu antara menjelang siang hingga malam hari.


Kab Sukabumi
Berdasarkan interpretasi citra radar Tangerang diketahui bibit awan
konvektif mulai terpantau di sebagian wilayah Kab Sukabumi mulai
pukul 10.29 WIB, secara bertahap namun pasti tumbuh berkembang
menjadi awan konvektif yang signifikan hingga mencakup sebagian
besar wilayah Kab Sukabumi. Reflektifitas awan mencapai 35 – 60 dBZ.
Kondisi ini mengindikasikan terjadinya hujan sedang hingga lebat di
wilayah Kab Sukabumi pada rentang waktu antara menjelang siang
hingga malam hari. 
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat saat ini sangat
dipengaruhi oleh suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu
tingginya suplai uap air, serta terpantau area belokan angin, dan konvergensi di sekitar wilayah Jawa
Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa
Barat, serta aktifnya gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby di sebagian wilayah Jawa Barat,
serta didukung kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850–500 mb (berkisar 50–95%)
dan tingkat labilitas atmosfer kategori sedang hingga kuat, yang secara kolektif menjadi pemicu
utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang masif di sebagian besar
wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan interpretasi citra radar Tangerang serta data pengamatan cuaca otomatis diketahui
terjadinya pertumbuhan awan hujan yang cukup sugnifikan hampir merata disebagian besar wilayah
Jawa Barat termasuk di sekitar lokasi terdampak (Kab dan Kota Bogor, Kab Sukabumi). Awan
tersebut semakin menguat pada menjelang siang hingga malam hari dengan potensi peningkatan
intensitas hujan menjadi sedang hingga lebat dan angin kencang.
Berdasarkan peta analisis curah hujan di wilayah Kab dan Kota Bogor, dan Kab Sukabumi pada
tanggal 1 – 3 April 2026 (selama 3 hari berturut-turut) telah terjadi hujan dengan intensitas ringan,
sedang hingga sangat lebat, hal ini yang menyebabkan tanah jenuh/labil dan mengakibatkan tanah
longsor. 
V. PROSPEK KEDEPAN
Prospek cuaca wilayah di wilayah … selama seminggu/ tiga hari kedepan (… Juli 2024) secara umum berawan - hujan sedang.
VI. INFORMASI PERINGATAN DINI
PERINGATAN DINI
PRODUK (GAMBAR/SCREENSHOOT)
MINGGUAN

2 HARI KEDEPAN

NOWCASTING


VII. LAMPIRAN
1. Streamline
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


2. Suhu Muka Laut
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


3. Kelembaban Relatif
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


4. Citra Satelit Cuaca
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


5. Citra Radar
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


6. Peta Isohyet
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


7. Peta GSMAP
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


8. Profil Udara Atas
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


9. Data Sinoptik
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


10. Lintasan Siklon Tropis
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


11. Peta Kebakaran Hutan
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


12. Indeks Lokal
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


13. Lainnya
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!



Jawa Barat, 05 April 2026
Prakirawan Cuaca



ADMIN