|
BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jl.Angkasa I No.2 Kemayoran, Jakarta 10720, Telp: (021) 4246321, fax: (021) 4246703 PO. BOX 3540 JKT, Website : http://www.bmkg.go.id, Email : info@bmkg.go.id |
|
LOKASI
|
Yogyakarta
, Kabupaten Sleman
|
|---|---|
| TANGGAL | 03 Apr 2026 21:30 WIB (Malam) |
| DAMPAK |
Pohon Tumbang, Bangunan Rusak, Gangguan Transportasi Pada hari Jum’at 3 April 2026 BPBD Pusdalops PB DIY melaporkan telah terjadi dampak bencana hidrometeorologi yang disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai 14.00 WIB hingga 17.00 WIB di Kab. Sleman (Depok dan Cangkringan) (laporan sementara). Berdampak berupa Pohon tumbang menimpa rumah, jaringan listrik, jaringan internet, menutup akses jalan. |
|
BERITA KEJADIAN
![]() Respon Cepat UPT DI Yogyakarta |
| POS HUJAN | CURAH HUJAN / KECEPATAN ANGIN |
|---|---|
|
INDIKATOR
|
KETERANGAN |
|---|---|
|
El Niño Southern Oscillation (ENSO)
|
|
|
FENOMENA GELOMBANG ATMOSFER
|
|
|
POLA ANGIN
|
Berdasarkan analisa streamline tanggal 3 April 2026 jam 00.00 UTC terlihat
angin Timuran mulai dominan bertiup di wilayah Indonesia, terpantau pola siklonik dan konvergensi serta shearline di wilayah Indonesia, kecepatan angin di wilayah DIY terpantau 17 kt. |
|
POLA TEKANAN UDARA
|
Berdasarkan analisa tekanan udara permukaan laut tanggal 3 April 2026 jam
00.00 UTC, terpantau adanya wilayah LPA di utara Australia. |
|
KELEMBABAN UDARA
|
Berdasarkan analisis kelembapan udara tanggal 3 April 2026 jam 00.00 UTC,
kelembaban udara pada Gradien 3.000 ft hingga paras 850 mb (5.000 ft), 700 mb (10.000 ft) berkisar antara 70 - 95 %, kondisi tersebut mengindikasikan kandungan uap air yang sangat basah dilapisan bawah mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif hingga lapisan tinggi (10.000 feet) di wilayah DIY. |
|
SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL)
|
Analisis anomali suhu muka laut di Perairan Selatan Jawa dan Laut Jawa
tanggal 3 April 2026 mengindikasikan suhu muka laut umumnya relatif hangat (29-30 C) dengan anomali sebesar 0.0 – 1.0 C, sehingga menunjukkan potensi penguapan yang relative tinggi untuk mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif. |
|
ANGIN
|
Berdasarkan analisis angin pada lapisan Gradien 3.000 ft hingga paras 850
mb, 700 mb, dan 500 mb tanggal 3 April 2026 jam 00.00 UTC, terlihat pola angin di wilayah Indonesia dominan bertiup dari arah Timuran dengan kecepatan 24 - 45 km/jam (13 - 22 kt). Terpantau pola siklonik dan konvergensi di Laut Jawa dan Sumatera pada paras 850 - 500 hPa, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY |
|
LABILITAS UDARA
|
|
|
ANALISIS CITRA SATELIT CUACA
|
Berdasarkan citra satelit HIMAWARI-8 tanggal 3 April 2026 jam 12.00 –
18.00 WIB terpantau pertumbuhan awan konvektif di timur DIY yang bergerak dan berkembang ke wilayah DIY. Suhu puncak awan mencapai (-) 69 – (-) 80 0C yang terjadi pada siang-sore hari. |
|
ANALISIS CITRA RADAR CUACA
|
Berdasarkan citra radar tanggal 3 April 2026 jam 12.00 – 18.0 WIB, terlihat
adanya pertumbuhan awan-awan hujan di Kab. Gunungkidul dan Kab. Sleman, awan konvektif mulai muncul dan tumbuh di sebelah timur DIY lalu berkembang dan meluas ke seluruh wilayah DIY terutama wilayah utara DIY. Berdasarkan verifikasi warna legend radar, maka pada jam tersebut menunjukkan hujan intensitas sedang - lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. |
|
Berdasarkan analisis data pantauan citra satelit & radar cuaca, serta hasil analisa dinamika
atmosfer-laut hari Selasa 3 April 2026 menunjukkan kejadian cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang menyebabkan terjadinya pohon tumbang, kerusakan rumah/bangunan, fasilitas umum, jaringan listrik, jaringan internet, kendaraan, baliho, dan gangguan akses jalan. Lokasi kejadian bencana hidrometeorologi terjadi di Kab. Sleman (Kapanewon Depok, Kapanewon Cangkringan) yang disebabkan oleh adanya aktifitas awan-awan konvektif pada siang-sore hari. Suhu Muka Laut yang cukup hangat (29- 30) C dan anomali Suhu Muka Laut (0.0 – 1.0) C sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan yang terkonsentrasi di wilayah utara DIY pada siang – sore hari. Dengan kondisi tersebut diperkuat dengan profil kelembapan udara vertikal yang basah, serta proses konvektif yang cukup kuat oleh pemanasan matahari pada siang hari maka mempermudah terbentuknya awan awan konvektif. Keadaan ini menimbulkan hujan berintensitas lebat yang disertai angin kencang pada siang-sore hari di wilayah D.I Yogyakarta. |
|
Berdasarkan analisa perkembangan dinamika atmosfer-laut untuk 2-3 hari ke depan
menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dominan pada siang hingga sore hari dapat terjadi di wilayah utara DIY. |
|
PERINGATAN DINI
|
PRODUK (GAMBAR/SCREENSHOOT) |
|---|---|
|
MINGGUAN
|
|
|
NOWCASTING
|
![]() |
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
![]() |
![]() |
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
![]() |
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
![]() |
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
![]() |
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
![]() |
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
|
|
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
|
|
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
![]() |
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
|
|
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
|
|
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
|
|
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
|
|
|
|
✓ File berhasil diupload!
|
✓ File berhasil diupload!
|
|
|
|
|