BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
Jl.Angkasa I No.2 Kemayoran, Jakarta 10720, Telp: (021) 4246321, fax: (021) 4246703
PO. BOX 3540 JKT, Website : http://www.bmkg.go.id, Email : info@bmkg.go.id

ANALISIS CUACA PADA KEJADIAN ANGIN KENCANG
DI NUSA TENGGARA BARAT , KABUPATEN LOMBOK TENGAH , PRAYA TENGAH , PENGADANG
TANGGAL 03 APR 2026


I. INFORMASI KEJADIAN
LOKASI
Nusa Tenggara Barat , Kabupaten Lombok Tengah , Praya Tengah , Pengadang
TANGGAL 03 Apr 2026 11:00 WITA
DAMPAK
Telah terjadi angin kencang di wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan sekitarnya yang menyebabkan 4 Pohon tumbang dengan 1 warga meninggal dunia terkena pohon tumbang di Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah pada hari Jumat, 03 April 2026 sekitar pukul 12.00 WITA. Sumber Informasi: PUSDALOPS-PB NTB. B. Kronologis Angin kencang di wilayah Kabupaten Lombok Tengah menyebabkan 4 Pohon tumbang dengan 1 warga meninggal dunia terkena pohon tumbang pada hari Jumat, 03 April 2026 sekitar pukul 12.00 WITA. Dampak - 4 Pohon tumbang dengan 1 warga meninggal dunia terkena pohon tumbang
BERITA KEJADIAN

Respon Cepat UPT MEWS
II. DATA PENGAMATAN SYNOPTIK
POS HUJAN CURAH HUJAN / KECEPATAN ANGIN
III. ANALISIS METEOROLOGI
A. SKALA GLOBAL
INDIKATOR
KETERANGAN
El Niño Southern Oscillation (ENSO)
Berdasarkan grafik SOI, nilai indeks tercatat +8.9 dan termasuk dalam kategori La Niña. Fase ini menunjukkan adanya penguatan aktivitas atmosfer di kawasan Pasifik tropis yang berdampak pada wilayah Indonesia. Secara umum, kondisi ini mendukung peningkatan pola konvektif, terutama di Indonesia bagian tengah dan timur, sehingga peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menjadi lebih besar dibandingkan kondisi normal.
B. SKALA REGIONAL
FENOMENA GELOMBANG ATMOSFER
Berdasarkan analisis diagram, pada tanggal 1 April 2026 MJO teridentifikasi berada pada fase 1 sehingga tidak berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Selain itu, meskipun Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin terpantau berada di luar wilayah NTB, dinamika gelombang atmosfer tersebut diprakirakan tetap berkontribusi secara tidak langsung dalam mendukung proses pembentukan awan hujan di sekitar wilayah Nusa Tenggara Barat.
POLA ANGIN
Berdasarkan analisis peta isobar tanggal 03 April 2026 pukul 00 UTC (08.00 WITA), tekanan udara di wilayah NTB terpantau berada pada kisaran 1008 hPa. Pada saat yang sama, analisis angin gradien tanggal 03 April 2026 pukul 00 UTC (08.00 WITA) menunjukkan adanya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara di sekitar NTB. Pola ini mengindikasikan adanya dukungan dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif dan curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
KELEMBABAN UDARA
Berdasarkan analisis kelembapan udara, lapisan 850 mb menunjukkan nilai antara 80–90%, lapisan 700 mb berkisar 70–90%, dan lapisan 500 mb berada pada kisaran 40–50%. Tingginya kelembapan dari lapisan bawah hingga menengah atmosfer (850–700 mb) mengindikasikan kondisi udara yang relatif basah. Situasi ini sangat mendukung proses pembentukan dan perkembangan awan hujan, sehingga berpotensi meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL)
Berdasarkan data model analisis Sea Surface Temperature (SST) tanggal 1 April 2026, suhu muka laut di sekitar wilayah NTB berkisar antara 26,0–29,0°C yang menunjukkan kondisi perairan cukup hangat. Nilai anomali suhu muka laut tercatat negatif, yakni antara -1,0 hingga -0,5°C, yang menandakan kondisi lebih dingin dibandingkan rata-rata normalnya. Secara umum, suhu muka laut yang hangat tetap berperan dalam meningkatkan proses penguapan dan ketersediaan uap air di atmosfer, sehingga mendukung pertumbuhan awan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
C. SKALA LOKAL
LABILITAS UDARA
Analisis labilitas atmosfer berdasarkan Indeks Konvektif pada 03 April 2026 pukul 08.00 WITA menunjukkan nilai K-Index (KI) berkisar 35–37, Showalter Index (SI) antara -2 hingga 0, serta Lifted Index (LI) antara -6 hingga -2. Parameter tersebut mencerminkan kondisi atmosfer dalam kategori labil hingga sangat labil. Kondisi ini mendukung terbentuknya awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menyebabkan hujan lebat, disertai aktivitas petir dan angin kencang di sebagian wilayah Pulau Lombok.
D. CITRA SATELIT CUACA
ANALISIS CITRA SATELIT CUACA
Analisis citra satelit Himawari produk IR Enhanced tanggal 03 April 2026 pukul 12.00–14.00 WITA menunjukkan suhu puncak awan minimum mencapai -56°C di wilayah Pulau Lombok. Suhu puncak awan yang rendah tersebut mengindikasikan keberadaan awan konvektif dengan perkembangan yang signifikan, khususnya di wilayah Lombok Tengah.
E. CITRA RADAR CUACA
ANALISIS CITRA RADAR CUACA
Berdasarkan analisis Citra Radar Cuaca Stamet ZAM (produk CMAX) pada pukul 12.05–13.20 WITA, terdeteksi reflektivitas sebesar 20– 35 dBZ yang mengindikasikan adanya presipitasi dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.
IV. KESIMPULAN
Hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang mengakibatkan terjadinya angin kencang di wilayah Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 03 April 2026. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi La Niña lemah (SOI + 8.9) yang mendukung peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar Nusa Tenggara Barat, adanya konvergensi atau pertemuan massa udara di wilayah NTB, kelembapan udara lapisan 850–700 mb yang cukup tinggi (70–90%), serta kondisi atmosfer yang labil hingga sangat labil (KI 35–37, SI -2 hingga 0, LI -6 hingga -2) yang mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus sehingga memicu hujan lebat disertai angin kencang.
V. PROSPEK KEDEPAN
Hujan dengan intesitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat hingga 5 hari kedepan. Masyarakat dan stakeholder terkait diimbau waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti pohon tumbang, banjir, genangan dan tanah longsor serta berkurangnya jarak pandang.
VI. INFORMASI PERINGATAN DINI
PERINGATAN DINI
PRODUK (GAMBAR/SCREENSHOOT)
MINGGUAN

3 HARI KEDEPAN

NOWCASTING

VII. LAMPIRAN
1. Streamline
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


2. Suhu Muka Laut
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


3. Kelembaban Relatif
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


4. Citra Satelit Cuaca
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


5. Citra Radar
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


6. Peta Isohyet
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


7. Peta GSMAP
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


8. Profil Udara Atas
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


9. Data Sinoptik
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


10. Lintasan Siklon Tropis
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


11. Peta Kebakaran Hutan
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


12. Indeks Lokal
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


13. Lainnya
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!