BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
Jl.Angkasa I No.2 Kemayoran, Jakarta 10720, Telp: (021) 4246321, fax: (021) 4246703
PO. BOX 3540 JKT, Website : http://www.bmkg.go.id, Email : info@bmkg.go.id

ANALISIS CUACA PADA KEJADIAN HUJAN LEBAT
DI JAWA BARAT , KABUPATEN CIAMIS , SADANANYA , BENDASARI
TANGGAL 25 MAR 2026


I. INFORMASI KEJADIAN
LOKASI
Jawa Barat , Kabupaten Ciamis , Sadananya , Bendasari
TANGGAL 25 Mar 2026 00:00 WIB
DAMPAK Tanah Longsor, Bangunan Rusak
Berdasarkan informasi dari BPBD telah terjadi tanah longsor di RT 04 RW 03 Desa Bendasari, Kec, Sadayana, Kab. Ciamis yang mengakibatkan tebing longsor menimpa bagian belakang rumah.
BERITA KEJADIAN

Respon Cepat UPT
II. DATA PENGAMATAN SYNOPTIK
POS HUJAN CURAH HUJAN / KECEPATAN ANGIN
III. ANALISIS METEOROLOGI
A. SKALA GLOBAL
INDIKATOR
KETERANGAN
El Niño Southern Oscillation (ENSO)

B. SKALA REGIONAL
POLA ANGIN
Terpantau pola siklonik (Siklon Tropis NARELLE) di sekitar Daratan  Australia bagian utara, kondisi tersebut berpengaruh secara tidak langsung membentuk daerah belokan angin di pulau Jawa termasuk wilayah Jawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat.
KELEMBABAN UDARA
Kelembapan udara di wilayah Jawa Barat juga cukup tinggi, yakni pada  lapisan 850–500 mb berada pada kisaran 50–95%.
SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL)
Suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia relatif hangat,  yang menunjukkan tingginya suplai uap air ke wilayah Jawa Barat.
C. SKALA LOKAL
LABILITAS UDARA
Labilitas atmosfer secara umum berada pada kategori ringan hingga  sedang, yang mengindikasikan meningkatnya potensi terbentuknya awan konvektif skala lokal. 
D. CITRA SATELIT CUACA
ANALISIS CITRA SATELIT CUACA
  • Kab Ciamis
    Berdasarkan analisis interpretasi citra Satelit, terpantau bibit awan  konvektif tumbuh di Kab. Ciamis pada sekitar pukul 15.40 WIB, tumbuh dengan cepat dan massive menjadi awan konvektif yang relatif luas dengan suhu puncak awan mencapai 56 -100°C mulai siang menuju sore hingga malam hari, hingga kemudian perlahan meluruh. Karakteristik awan tersebut, mengindikasikan terjadinya hujan ringan, hujan lebat hingga hujan ekstrem. 
E. CITRA RADAR CUACA
ANALISIS CITRA RADAR CUACA

IV. KESIMPULAN
  •  
  • Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat saat ini sangat dipengaruhi oleh suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu tingginya suplai uap air, serta keberadaan pola siklonik (Siklon Tropis NARELLE) di sekitar Daratan Australia bagian utara, kondisi tersebut berpengaruh secara tidak langsung membentuk daerah belokan angin di pulau Jawa termasuk wilayah Jawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat, serta didukung kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850–500 mb (berkisar 50–95%) dan tingkat labilitas atmosfer kategori ringan hingga sedang, yang secara kolektif menjadi pemicu utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang masif di sebagian besar wilayah Jawa Barat. 
  • Berdasarkan peta analisis curah hujan tangal 22-24 Maret di wilayah Kab. Ciamis telah terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat secara 3 hari berturut-turut sebelum kejadian, hal ini yang menyebabkan tanah menjadi labil dan mengakibatkan tanah longsor. 
  •  
V. PROSPEK KEDEPAN
Prospek cuaca wilayah di wilayah … selama seminggu/ tiga hari kedepan (… Juli 2024) secara umum berawan - hujan sedang.
VI. INFORMASI PERINGATAN DINI
PERINGATAN DINI
PRODUK (GAMBAR/SCREENSHOOT)
MINGGUAN

2 HARI KEDEPAN


NOWCASTING


VII. LAMPIRAN
1. Streamline
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!

 

2. Suhu Muka Laut
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


3. Kelembaban Relatif
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!



4. Citra Satelit Cuaca
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


5. Indeks Labilitas 25 Maret 2026 00.00 UTC
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


6. Peta Isohyet
File berhasil diupload!
File berhasil diupload!


 


Bogor, 25 Maret 2026 
Prakirawan 

    
     Alita Nuraeni